
Kebutuhan Gizi Ibu Hamil: Energi dan Protein yang Perlu Dipenuhi Setiap Hari
Kehamilan adalah masa penting di mana kebutuhan zat gizi meningkat. Pelajari kebutuhan energi, protein, zat besi, asam folat, vitamin A, dan kalsium selama kehamilan.
Pendahuluan
Kehamilan adalah masa penting di mana kebutuhan zat gizi meningkat untuk mendukung pertumbuhan janin, pembentukan organ, serta menjaga kesehatan ibu. Pemenuhan gizi yang tepat membantu mencegah komplikasi seperti anemia, BBLR, hingga persalinan prematur.
Asupan zat gizi untuk bayi di dalam kandungan berasal dari simpanan zat gizi di dalam tubuh ibunya. Oleh karena itu sangat penting bagi calon ibu hamil mempunyai status gizi yang baik sebelum memasuki kehamilan (tidak kurus, tidak anemia, tidak gemuk).
π₯ A. Kebutuhan Zat Gizi Makro
Zat gizi makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar: energi, protein, karbohidrat, dan lemak.
1. Kebutuhan Energi saat Hamil
- Trimester I: Belum ada peningkatan signifikan
- Trimester II: Tambahan Β±340 kkal/hari
- Trimester III: Tambahan Β±452 kkal/hari
Tambahan energi diperlukan untuk: pertumbuhan janin, pembentukan jaringan plasenta, peningkatan volume darah ibu, dan persiapan menyusui.
π‘ Tambahan kalori bukan berarti makan dua porsi besar, tetapi tetap mengikuti prinsip gizi seimbang.
2. Kebutuhan Protein saat Hamil
Protein berperan dalam pembentukan sel dan jaringan janin, pertumbuhan plasenta, dan produksi darah ibu.
- Tidak hamil: 55β65 gram/hari
- Trimester I: +1 gram/hari
- Trimester II: +10 gram/hari
- Trimester III: +30 gram/hari
Sumber protein terbaik: Telur π₯, Ayam π, Ikan π, Daging π₯©, Tahu & Tempe π±
3. Kebutuhan Karbohidrat dan Lemak
- Karbohidrat: 60β65% energi harian (Β±3β4 porsi makanan pokok per hari)
- Lemak: 20β35% dari total energi, tambahan Β±2 gram/hari
Pilih lemak sehat dari: alpukat π₯, kacang-kacangan π₯, ikan π
π B. Kebutuhan Zat Gizi Mikro
Zat gizi mikro dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi perannya sangat besar.
Kekurangan zat gizi mikro dapat menyebabkan: anemia β , preeklampsia β , BBLR β , gangguan perkembangan otak dan saraf β , prematuritas β .
1. Zat Besi
- Tidak hamil: 15β18 mg/hari
- Hamil: +9 mg/hari pada trimester II & III
Sumber: Daging merah π₯©, ayam π, ikan π, sayuran hijau tua π₯¬, buah berwarna oranye π
2. Asam Folat
- Tidak hamil: 400 mcg/hari
- Hamil: 600 mcg/hari
Kekurangan folat meningkatkan risiko spina bifida (kelainan tabung saraf).
Sumber: Jeruk π, sayuran hijau tua π₯¬, kacang-kacangan π₯, hati π₯©
3. Vitamin A
- Tidak hamil: 600 RE/hari
- Hamil: 900 RE/hari
β Hindari konsumsi berlebihan dalam bentuk suplemen karena dapat berbahaya.
Sumber alami: Wortel π₯, ubi jalar π , bayam π₯¬, brokoli π₯¦, telur π₯, ikan π
4. Kalsium
WHO merekomendasikan suplementasi 1,5β2 gram/hari (dibagi 3 dosis) pada populasi dengan konsumsi kalsium rendah, dimulai usia kehamilan 20 minggu.
Sumber: Susu dan produk olahannya π₯, sereal πΎ, sayuran hijau π₯¬
πΌ Kesimpulan
Pemenuhan gizi ibu hamil harus:
- β Seimbang
- β Cukup energi
- β Tinggi protein
- β Kaya vitamin dan mineral
- β Disertai pemantauan kenaikan berat badan yang optimal
Gizi yang baik selama kehamilan bukan hanya untuk ibu, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi bayi πΆπ
Sumber
β οΈ Catatan: Konten ini bersifat edukatif. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga medis profesional.