
Mengenali KEK pada Ibu Hamil
Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kondisi kekurangan gizi jangka panjang yang berisiko bagi ibu hamil dan janin. Kenali tanda, dampak, penyebab, dan cara pencegahannya.
Apa itu KEK?
Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kekurangan gizi yang berlangsung lama disebabkan kurangnya asupan energi dan protein, sehingga tubuh tidak mendapatkan energi yang dibutuhkan secara cukup. KEK pada ibu hamil sering diukur dengan lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Ibu hamil yang mengalami KEK menghadapi risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan serta pertumbuhan janin yang tidak optimal.
⚠️ Tanda & Dampak KEK
📌 Tanda pada Ibu
- Mudah lelah dan lemas
- Berat badan sulit naik
- Nafsu makan rendah
📌 Dampak pada Ibu
KEK meningkatkan risiko anemia, gangguan kesehatan, dan kemungkinan komplikasi saat persalinan.
📌 Dampak pada Bayi
Bayi yang lahir dari ibu dengan KEK cenderung berat badan rendah (BBLR) dan berisiko mengalami stunting saat tumbuh kembang.
🍽️ Penyebab KEK
Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil:
- ✔ Asupan energi dan protein rendah
- ✔ Pengetahuan gizi ibu yang kurang
- ✔ Kondisi sosial ekonomi rendah
- ✔ Kurangnya dukungan keluarga
🍲 Cara Pencegahan KEK pada Ibu Hamil
1. Penuhi Kebutuhan Gizi Seimbang Sejak Pra-Kehamilan
- Kunci utama pencegahan KEK adalah memastikan asupan energi dan protein yang cukup. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), wanita usia 19–49 tahun membutuhkan 2150–2250 kkal dan 60 gram protein per hari.
- Ibu hamil normal membutuhkan tambahan 180–300 kkal dan 30 gram protein per hari, sementara ibu hamil dengan risiko KEK perlu tambahan hingga 500 kkal/hari.
- Konsumsi karbohidrat kompleks (beras merah, ubi), protein nabati (kacang, tempe), ikan, telur, serta alpukat.
- Zat besi sangat penting untuk mencegah anemia — sumbernya dari daging, hati, bayam, sayuran hijau.
- Konsumsi tablet tambah darah atau MMS setiap hari.
- Asam folat penting untuk perkembangan saraf janin — dari sayuran hijau, kacang, brokoli, jeruk, telur, hati sapi.
Pencegahan terbaik dimulai bahkan sebelum kehamilan terjadi.
2. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal
Program PMT berbasis pangan lokal telah terbukti meningkatkan status gizi ibu hamil dengan KEK. PMT harus diberikan sebelum usia kehamilan 16 minggu, dengan porsi kecil tapi sering — menambah 200–450 kalori dan 12–20 gram protein harian.
3. Pemeriksaan Kandungan Secara Rutin
- Pemantauan rutin melalui Antenatal Care (ANC) membantu mendeteksi dini risiko KEK.
- Pengukuran LiLA dan IMT secara berkala mengidentifikasi ibu hamil berisiko.
- Lakukan ANC minimal 6 kali selama kehamilan.
- Segera konsultasikan ke bidan atau dokter jika ada tanda lemas berkepanjangan, berat badan tidak naik, atau pucat.
Sumber
- LMS Kemenkes RI: lms.kemkes.go.id
- Kemenkes RI. (2014). Pedoman Gizi Ibu Hamil dan Pencegahan KEK. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.
- WHO. (2016). Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: WHO.
- Almatsier, S. (2019). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
⚠️ Catatan: Konten ini bersifat edukatif. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga medis profesional.