Kembali ke Artikel

Strategi Makan Sehat14 Februari 2026
Strategi "Makan Sedikit tapi Sering" untuk Ibu Hamil yang Sulit Makan
Mual, muntah, dan selera makan yang menurun adalah hal umum saat hamil. Pelajari strategi makan porsi kecil tapi sering untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.
๐ฝ๏ธ 1. Mengapa Ibu Hamil Sulit Makan?
Selama kehamilan โ terutama pada trimester pertama:
- Sering terjadi mual, muntah, atau penurunan selera makan.
- Volume perut yang berubah menyebabkan rasa kenyang lebih cepat.
- Efek hormon kehamilan membuat pencernaan bekerja lambat sehingga porsi besar terasa tidak nyaman.
โก๏ธ Solusi praktisnya: makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering sepanjang hari untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tanpa memicu mual.
๐ง 2. Prinsip "Makan Sedikit tapi Sering"
Strategi ini meliputi:
- Frekuensi makan: 5โ6 kali sehari (3 kali makan utama + 2โ3 kali snack sehat)
- Porsi kecil: setiap porsi lebih sedikit dari biasanya
- Jenis makanan bergizi seimbang, terdiri dari:
- Karbohidrat kompleks (nasi, roti gandum)
- Protein (telur, ayam tanpa lemak, ikan)
- Sayur dan buah segar
- Sumber lemak sehat (kacang-kacangan, alpukat)
โ Total asupan nutrisi harian tetap tercapai meskipun porsi setiap jam makan kecil.
๐งช 3. Manfaat Strategi Ini
- Mengurangi rasa mual
- Menjaga gula darah stabil sepanjang hari
- Mempermudah pencernaan
- Membantu pemenuhan kebutuhan energi dan nutrisi tanpa rasa tertekan
โก๏ธ Ini sejalan dengan prinsip pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil untuk mendukung pertumbuhan janin secara optimal.
๐ง 4. Tips Tambahan Selama Makan
- โ Minum cukup air antara waktu makan
- โ Hindari minuman berkafein berlebihan
- โ Hindari makanan yang terlalu berlemak atau pedas saat selera makan rendah
- โ Konsumsi suplemen zat besi / asam folat sesuai rekomendasi tenaga kesehatan
Sumber Materi
- Buku KIA โ Kesehatan Ibu dan Anak (Kemenkes RI): Unduh Buku KIA (PDF)
- Modul Pelatihan Gizi Ibu Hamil (Kemenkes): Unduh Modul (PDF)
- Buku Saku Pencegahan Anemia Ibu Hamil: Unduh Buku Saku (PDF)
โ ๏ธ Catatan: Konten ini bersifat edukatif. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga medis profesional.